Dituliskan oleh mas Handy (Surabaya), 13 Maret 2025

Mohon ijin berbagi di sini tentang Wisnu, bagian dr komunitas kelrg muda di Surabaya timur. Wisnu sdh bergabung dengan Nav sejak masih mhs 🙏🏻

Kejadian yang begitu cepat

Hari Minggu yang lalu (9 Maret), pagi sekitar pukul 6 kurang, kami mendapat telepon dari Priscil, istri Wisnu, kalau Wisnu mengalami sesak nafas. Kami menyarankan utk meminta bantuan pak RT utk membawa Wisnu ke RS terdekat, sementara kami meluncur ke RS.

Sesampainya di RS (sekitar 06.30) kami melihat Wisnu sudah diberi tindakan resusitasi, … kami sangat kaget, Endah (istri saya) segera menemani Priscil sementara saya mencoba bertanya kepada dokter situasinya.

Sekitar pukul 07.00, dokter menyampaikan pasien meninggal dunia. Priscil menangis histeris, berteriak, sambil menelepon mamanya. Kami hanya bisa terdiam dan ikut menangis sambil menemani Priscil.

Setelah itu, kami segera berkomunikasi dengan kelrg di Blitar, mengurus admin RS, mengatur ambulance dan peti untuk mengantar jenazah ke Blitar.

Pihak keluarga sangat kaget dan terpukul, namun segera menyiapkan segala sesuatunya, sehingga akhirnya Wisnu dimakamkan di hari yang sama sekitar pukul 16.00.

Bersyukur cukup banyak keluarga komunitas Nav yang hadir, dari yang muda sampai yang senior. Semua ingin menghantar Wisnu ke tempat terakhir. Menunjukkan kasih kepada Priscil dan kelrg besar Wisnu.

Merasakan duka

Kami sangat berduka, karena Wisnu masih cukup muda (usia 33/34 tahun). Dia memelihara hidup sehat: rajin olah raga (bulu tangkis), menjaga makan, dan postur tubuh ideal (tidak kegemukan).

Minggu lalu Wisnu masih join olah raga bersama di komunitas kelrg muda. Semalam sebelum meninggal, Wisnu masih komunikasi biasa dengan pimpinan di perusahaan.

Tanpa tanda, tanpa gejala, tanpa firasat, dan Wisnu sudah kembali kepada Bapa.

Wisnu ikut Nav sejak mahasiswa, dibimbing oleh Desmas (sesama mhs PENS) dan sempat tinggal di RTB dengan saya juga. Wisnu pernah melayani bersama kami di kampus, alumni, dan saat ini aktif di kelrg muda yg dikoordinasi kel Jarot.

Dia dan Priscil menikmati komunitas sederhana ini. Priscil bukan dari (kampus) Nav, namun mau belajar dan senang bertumbuh bersama. Mereka sedang kami dorong untuk bersama-sama Agi menolong alumni muda single.

Namun semua rencana baik, dan sukacita, seolah lenyap saat Wisnu dipanggil Tuhan dengan sangat mendadak. Kami semua sedih, menangis, dan tidak tahu apa rencana Tuhan dengan hal ini 🙏🏻.

Beberapa pelajaran

Dalam masa duka ini, beberapa pelajaran yang saya ambil:

  1. Our life is short and fragile

“Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”
‭‭Mazmur‬ ‭103‬:‭15‬-‭16‬ ‭

Hidup ini singkat, mari menggunakan untuk kemuliaan Tuhan.

  1. Berharganya komunitas

Dalam kedukaan, kami bergerak bersama. Mencoba melakukan berbagai hal untuk pribadi Wisnu dan Priscil yang kami kasihi. Kecil sampai besar, hal hal yang perlu sekarang dan masa mendatang. Kami belajar lebih mendalam tentang komunitas yang “saling”, menunjukkan kasih yg nyata.

  1. Perlunya membiarkan diri berduka, meratap pada Tuhan

Saya belajar bahwa untuk kesedihan yang tak terkatakan, kita perlu membiarkan diri berduka. Ambil waktu untuk sendiri, menangis, dan bertanya pada Tuhan, “mengapa Tuhan?”.

Meski masih belum menemukan jawabannya sekarang, tapi saya merasa Tuhan ingin berbicara pada kami.

  1. Put things in correct perspective

Saat mengalami kedukaan ini, saya belajar melihat segala sesuatu dalam perspektif yang benar, perspektif Tuhan.

Apa gunanya semua kekayaan, barang, status, dan hal hal yang ada di dunia, di hadapan Tuhan yang kekal?

Apakah saya selama ini berjuang dan bersusah payah untuk hal hal yang kekal?


Demikian beberapa cerita dan pelajaran dari kami. Terima kasih, Tuhan memberkati dan memampukan kita 🙏🏻

1 Komentar pada “Kepergian Sahabat, Wisnu”

  • Job 14:5
    Since his days are determined,
    The number of his months is with You; You have appointed his limits, so that he cannot pass
    Job 14:5 [MSG]
    Mortals have a limited life span. You’ve already decided how long we’ll live
    You set the boundary and no one can cross it.
    [Mona]

    Ayub 14:14-17 (TB) Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku;
    maka Engkau akan memanggil, dan aku pun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu.
    Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan memperhatikan dosaku;
    pelanggaranku akan dimasukkan di dalam pundi-pundi yang dimeteraikan, dan kesalahanku akan Kaututup dengan lepa.

    sangat menyejukkan untuk direnungkan…🙏
    [Guntara]

Tinggalkan Balasan