Indah Napitupulu

Banyak orang di dunia ini hidup mencari uang sebanyak mungkin agar dapat menikmati kesenangannya sendiri atau kepuasan diri sendiri. Dan memikirkan untuk menolong orang lain hanya jika ada sisanya saja yaitu sisa uang, sisa waktu, sisa tenaga, dll …. atau sekedarnya saja … yg penting sudah membantu atau sudah berpartisipasi. Karena berprinsip bahwa “saya ‘kan sudah bekerja keras sehingga layak untuk menikmati hasilnya sendiri, sementara orang lain bukanlah urusan saya… Semua orang ‘kan hrs memikirkan urusannya sendiri sendiri dan jangan merepotkan orang lain.”

Di sisi lain, ada juga tipe orang yang tidak merasa perlu membantu orang lain karena merasa hidupnya juga lagi susah. Pikirnya hidup saya saja sudah susah, boro-boro mau mikirin orang lain?

Firman Tuhan dalam Roma 15 ayat 1-3 mengajarkan bahwa sebagai pengikut Kristus kita tidak boleh hanya mencari kesenangan diri sendiri tetapi kesenangan orang lain juga. Artinya, bukan hanya sekedar bisa membantu tetapi lebih dari itu yaitu mencari kesenangan orang lain dengan tujuan untuk membangunnya. Jadi memang dibutuhkan suatu usaha dan pengorbanan. Mengapa harus melakukan hal itu? Karena kita meneladani Kristus yang tidak mencari kepentingan diri sendiri selama di dunia, tetapi mencari kesenangan orang lain yaitu menawarkan sukacita dan kebahagian sejati di dalam Tuhan.

Apakah kita sebagai pengikut Kristus tidak boleh hidup bersenang senang? Tentu saja boleh, tetapi tidak perlu kita mengejar kesenangan diri sendiri sampai melupakan orang lain. Karena sesungguhnya kita tidak akan pernah puas mencari kesenangan diri sendiri. Tetapi kesenangan kita itu sebetulnya sudah disediakan Tuhan tanpa harus kita kejar. Dan apa yang Tuhan sediakan tentu lebih baik daripada apa yang dapat kita cari sendiri. Bahkan kita menemukan kepuasan sejati ketika kita mengorbankan kesenangan kita demi kebaikannya dan untuk membangunnya. Inilah yang diajarkan Kristus bagi pengikut-pengikutNya.

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri,

Roma 15 : 1-3

1 Komentar pada ““Tidak Mencari Kesenangan Diri Sendiri””

  • Entah kenapa, berbuat baik, menolong, berkorban bagi pengikut Kristus itu rasanya kok udah otomatis aja dilakukan, bukan kewajiban atau aturan atau petunjuk hidup… Memang begitulah adanya…

    Dalam praktek saya, perlu hati-hati untuk tidak consumed karena harus berbuat baik terlalu banyak sampai melebihi kapasitas pribadi (emosi, finansial, dll). Ini ekstrem yang lain.

Tinggalkan Balasan ke SetyaBatalkan balasan