Edward Napitupulu

Dalam perjalanan hidup pemazmur , dia bertanya siapakah yang boleh pergi berlindung dan berdiam di rumah Tuhan? Nasihat yang baik dan masih diperlukan bagi kita dalam menghadapi tantangan dunia saat ini. Dia mendapat jawaban:

  1. Mereka yang menjalani hidup tidak bercela dan yang benar-benar tulus hati. Saat ini sangat sulit mencari pribadi yang tulus, manusia sudah dicemari dengan berbagai motivasi yang melatarbelakangi perbuatan/tindakannya, manusia dipengaruhi: self center, ego, ambisi yang tidak sehat.
  2. Mereka yang tidak suka mencela , memfitnah orang.. Suatu hal yang paling mudah keluar dari mulut kita ketika melihat seorang yang mengalami masalah (kebetulan orang itu kurang kita sukai) adalah kita cepat menghakimi, ikutan menambah cacian, sehingga membuat lebih runyam bukannya menghentikan celaan.
  3. Mereka tidak mendengarkan berita gossip, ocehan (berita hoaks). Pengaruh sosial media telah begitu kuat, sehingga berita hoax/bohong yang berulang kali disampaikan menjadi seakan akan menjadi benar. Bohong akibatnya harus ditutupin dengan berbagai kebohongan lagi. Yang lebih memprihatinkan lagi kita ikutan latah dalam menyebarkan dan mempercayai berita itu.
  4. Mereka yang menyatakan kebenaran dengan segenap hati tanpa mengurangi atau bermaksud menutupi fakta yang ada. Keterbukaan mengenai fakta yang sebenarnya menjadi sesuatu yang sangat mahal. Kita cenderung takut dinilai rendah ketika mengungkapkan fakta kebenaran yang sebenarnya. Kita berusaha  agar pencitraan diri kita tetap baik/hebat. Ironisnya kita sudah menjadi kehilangan jati diri yang sebenarnya oleh terlalu menjaga image secara berlebihan.
  5. Mereka yang tidak menimpakan cela atau mengkambing hitamkan orang lain terhadap kegagalan diri sendiri. Dari dulu sifat manusia berdosa adalah:  membela diri dan menyalahkan orang lain seperti peristiwa di taman Eden antara Adam dan Hawa..(Kejadian 3). Manusia cenderung tidak berani mengakui kesalahannya, lebih mudah berdalih/ beralasan karena ini itu.
  6. Mereka yang siap menerima resiko sebagai konsekuensi akibat perbuatannya. Kekuatan jiwa kesatria sudah pudar, dulu budaya Orang Jepang sangat terkenal bahkan berani bunuh diri jika merasa gagal demi harga diri. Manusia saat ini cenderung tidak berani mengambil tanggung jawab atas semua yang terjadi.
  7. Mereka yang tetap berpegang pada janjinya sekalipun harus menanggung kerugian. Pepatah mengatakan: “memang lidah tak bertulang” Mudah sekali memberikan janji-janji namun mudah juga mengingkarinya. Apalagi jika sudah terlihat bakal merugikan diri sendiri. Melanggar komitmen menjadi sesuatu yang biasa. Itulah yang terjadi di antara Yakub dan mertua nya (Laban) Kejadian 31 : 41… Sepuluh kali telah merubah komitmen. Seakan-akan tidak ada Tuhan ditengah janji/komitmen. Krisis kepercayaan yang terjadi telah menjadikan profesi notaris dan lawyer menjadi suatu yang menjanjikan.
  8. Mereka yang tidak memeras orang yang berhutang dengan menarik bunga yang tinggi. Akhir akhir ini banyak kasus yang terjadi dengan praktek pinjaman online. Ada banyak anak anak Tuhan yang terjerumus menjadi korban. Sesuatu yang sangat menyedihkan harus mengalami kerugian besar akibat bujuk rayunya. Namun yang paling menyedihkan lagi adalah tidak sedikit mereka yang mengaku anak Tuhan yang ikut melakukan bisnis mengejar rente seperti itu. Saya teringat beberapa tahun yang lalu saya menolong teman yang terlilit rentenir yang di kenakan bunga lebih dari 1% per hari. Pelakunya aktifis gereja yang sangat aktif diorganisasi Kristen bahkan saat itu punya stasiun TV khusus untuk acara rohani Kristen oleh karena menolong teman itu pula saya masih mempunyai hutang pada orang lain.
  9. Mereka yang tidak mau berpihak pada orang yang melawan orang benar walaupun diberi fasilitas atau suap. Ditengah percaturan politik hal ini merupakan hal yang biasa, namun dikalangan persekutuan dan gereja bisa terjadi. Keberpihakan kepada siapa yang memberi keuntungan (benefit) mengalahkan apa yang benar.
  10. Mereka yang memuji pengikut pengikut Tuhan yang setia/yang hidup mempermuliakan nama Tuhan ! Ikutan hidup takut dan taat akan Tuhan. Jika nasihat Mazmur 15 ini dapat kita lakukan, maka hidup kita akan berdiri teguh untuk selama lamanya. Kita dapat mengakhiri hidup dengan baik, sehingga mahkota sukacita yang sudah Tuhan sediakan dapat kita terima.. akhirnya kita menjadi hamba Tuhan Yesus yang setia. Kiranya kita semua dapat dijadikan teladan bagi generasi muda berikut nya.

Soli Deo Gloria

3 Balas ke “APA KATA MAZMUR 15?”

  • Terimakasih bang Edu. Prinsip2 yg kelihatan makin usang di zaman ini, tapi kebenarannya tidak terbantahkan.

  • Terimakasih Om Edward untuk penemuan berkatnya. Sangat menginspirasi dan menyemangati lagi menjalankan nilai-nilai kebenaran Tuhan di Mzm 15 ini.

    • Mantap bang Tigor, following and responding post di web ini… Contoh yang baik. Tetap semangat!! Kapan menulis pelajaran? Ditunggu… 🙂

Tinggalkan Balasan ke RudiBatalkan balasan