Renungan Doa 27 Oktober 2020

14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, 

15  sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. 

16  Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. 

17  Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

Kej 13:14-17

Mengapa orang bisa melihat objek yang sama tetapi berbeda menilainya, berbeda apa yang ditangkap di hati? Itu tergantung iman kita (Mia Kela). 

Apa yang kamu lihat dengan satu orang yang kami layani? Apa yang kamu lihat di tempat kerja? Apa yang kamu lihat di lingkungan ketetanggaan? Apa yang kamu lihat di (arisan) keluarga besar? …dst…dst…

Apakah saya melihat bahwa semua itu akan diberikan Allah kepada kita?

Hal kedua, yang masih berhubungan dengan itu, bagaimana kamu menghitung. Berapa biji terdapat dalam satu buah pepaya? Kita dapat menghitungnya (meski lama). Berapa pepaya yang terdapat dalam satu biji pepaya? Kita tidak dapat menghitungnya.

Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

Mat 13:37-38

Kita adalah benih. Tidak terhitung jumlah pepaya yang bisa dihasilkan dari satu benih. 

Satu mahasiswa, itu bisa berarti orang tua dan saudara-saudaranya, teman kuliahnya, teman-teman kerja dia nantinya, lingkungan tempat tinggal dia nantinya kalau sudah berkeluarga, dst.

Satu teman kerja, itu bisa berarti keluarganya (termasuk anak-anaknya), keluarga besarnya, teman-temannya, dst.

Jadi, berapa banyak orang dalam pelayanan kita? …. Betul, tidak terhitung banyaknya.

Lalu?

“Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya…” Jangan bermimpi saja, melangkah lah, lakukan bagianmu. (Guntara). 

Itulah nilai pelayanan kita.

Families and relational networks in discipling the nations. (Values #8, The Core)

Tinggalkan Balasan